Barusan mau tidur, jadi inget, seseorang (mahasiswa yang penelitannya ttng MLM, Money Game dll) nanya begini kemaren: "Mb kenapa, sih mau ngikut bisnis jaringan? tau gak berapa jumlah orang yang ngikut, trus tau gak berapa dari mereka yang berhasil? di Palembang nih, ada berapa sih yang dapet sekian? Kita kan harus liat berapa persen orang yang gagal "
wah.. saya gak pernah mikirin tuh... sama juga seperti saat UMPTN dulu saya gak mikirin berapa ratus/ribu orang yg bakal gak lulus di FK UNSRI.Saya juga gak mikirin berapa banyak Salon & SPA yang tutup setelah jalan 1,3 atau 5 tahun saat saya memutuskan buka bisnis bernama Dedaun Rumah Perawatan Wanita. Saya juga gak pernah mikirin berjuta2 sperma yang mati dan gagal membuahi Sel Telur sampe akhirnya saya bisa lahir di dunia ini .
Saya cuma "take action" saja saat kesempatan lewat di depan mata. Saya liat perusahaannya, legalitasnya, succesplannya, orang2nya, bisa gak dilakukan tanpa mengganggu kewajiban harian lainnya, di cocokkan sama impian saya, lanjut dah...
Menurut saya, ketakutan ketakutan itu adalah batu besar yang akan menghalangi langkah kita. Kalau tidak membuat kita berhenti, paling tidak dia akan jadi penghambat langkah. Harusnya kita sudah 1 km di depan, eh kita malah maju mundur di langkah pertama.
Jujur saja, setiap orang ketika ditanya, pengen gak punya bisnis sendiri? jawabnya saya yakin 90% akan jawab "YA". Gak peduli PNS, karyawan swasta, ibu rumah tangga, pensiunan, semua profesi lah pokoknya. Semua juga nyadar kalau punya dua sumber penghasilan selalu lebih baik dari pada hanya punya satu income. Tapiiiiii.. kemudian akan ada ujungnya. Gak punya modal, gak punya keahlian, gak tau harus mulai dari mana, gak punya tempat... Betul, kan?
Kalau punya modal, bisa beli franchise usaha. Keahlian? tinggal kursus sesuai minat. Males mikir? buat saja kost kost-an yg tiap bulan/tahun si penyewa setor uang ke kita. Punya hobi? ya tinggal kembangkan hobi. Suka masak? beli peralatan, buka toko kue. Suka Tanaman? buka florist, toko bunga. Banyaklah yang bisa dilakukan.
Kalau modal kembang kempis bagaimana? Naaah.. Kalau bener2 pengen, kenapa tidak mencoba bisnis jaringan? Modal minim, gak perlu sewa tempat, gak perlu ditungguin, waktu kerja bisa dipilih sendiri, mau capek atau mau nyantai terserah kita. Sambilan bekerja yang lain, bisa mulai merintis, mengembangkan jaringan dan membinanya.
Gak usah kebanyakan mikir. Kalau sudah jalan bisnisnya, apa pun itu, pasti juga akan dipikirin. Orang kuliah jurusan bisnis meski ilmunya banyak, banyak juga yang gak punya bisnis karena selalu berkutat dengan teori. Kalau udah nyemplung lalu gak dipikirin, gak dikerjain? Ya salah sendiri kalau ternyata gagal...
Lebih baik mencoba dan berusaha kemudian gagal dari pada tidak pernah mencoba dan selalu berandai-andai bagaimana kalau gagal
Setuju?




